Alat Pembayaran Tunai dan Non Tunai, Ini Penjelasannya!

Apa yang Anda lakukan untuk menyelesaikan satu transaksi? Jawabannya adalah pembayaran. Tahap akhir dari transaksi ini merupakan penutup dari proses jual-beli yang terjadi, dan pelunasan nilai produk sesuai dengan yang sudah disepakati. Sudah pasti, akan digunakan alat pembayaran yang memiliki nilai setara dan dianggap sama oleh kedua pihak.

Alat pembayaran sendiri merupakan satu perangkat yang digunakan untuk membayar atau mengganti nilai produk yang dibeli oleh satu pihak pada pihak lain. Berangkat dari konsep pembayaran dengan menukar barang yang dianggap setara nilainya, kini perkembangan zaman sudah menemukan perangkat pembayaran baru yang nilainya bisa disepakati bersama.

Apakah itu uang tunai? Atau alat pembayaran non tunai?

Pertama, Kita Simak Dulu Apa Definisinya

Alat pembayaran, seperti yang sudah sedikit disinggung di bagian awal tadi, adalah perangkat yang digunakan sebagai objek untuk menyelesaikan transaksi. Dilihat dari sisi nilai dan legalitas, alat ini harus disepakati kedua pihak yang melakukan transaksi sehingga ditemukan titik kesepakatan.

Tidak diharuskan memang, namun sangat direkomendasikan alat pembayaran yang digunakan juga memiliki dasar hukum yang mengatur secara spesifik nilai dan sistem pembayaran yang dilakukan. Baik berupa alat bayar tunai atau non-tunai, semua idealnya memiliki dasar yang jelas.

Biasanya hal ini akan diatur oleh negara, dalam hal ini Indonesia, sehingga transaksi terjadi dengan sah dan sesuai dengan aturan main bisnis. Namun di kasus-kasus tertentu, alat bayar juga bisa menggunakan perangkat yang belum diregulasikan secara sah.

Poin pentingnya adalah, apapun alat bayar yang digunakan, selama disepakati nilai dan legalitasnya untuk kedua pihak, maka transaksi bisa dilakukan.

Lalu Mari Kita Masuk Ke Jenis-Jenis Alat Pembayaran

Secara teknis terdapat dua jenis alat pembayaran yang saat ini digunakan. Pertama adalah alat bayar tunai, atau disebut uang kartal, yang kedua adalah alat bayar non tunai yang terbagi lagi ke dalam beberapa jenis berbeda.

Mari kita simak satu per satu.

Alat Pembayaran Tunai

Seperti yang sudah dikenal semua orang, di seluruh penjuru Indonesia, uang tunai yang hingga sekarang masih digunakan merupakan bentuk dari alat pembayaran tunai. Uang ini kini memiliki banyak sekali pecahan yang bisa digunakan, dan nilainya sama selama di wilayah NKRI.

Mulai dari uang koin Rp50, hingga ke pecahan terbesar Rp100.000, semua masih beredar dan digunakan secara luas. Beberapa waktu belakangan juga dikeluarkan uang rupiah dengan pecahan Rp75.000, yang menjadi edisi khusus 75 tahun kemerdekaan Indonesia. Sifatnya terbatas dan jumlahnya tak banyak, namun memiliki nilai yang setara dengan yang tercantum pada uangnya.

Secara resmi, peredaran uang tunai dikelola oleh negara sehingga nilainya bisa terus dijaga tetap stabil.

Alat Pembayaran Non Tunai

Perkembangan alat pembayaran non tunai sendiri sebenarnya bukan hal baru. Entitas seperti cek, giro, nota kredit dan nota debit, semua adalah bentuk alat pembayaran non tunai. Meski demikian kini popularitasnya tergeser oleh alat bayar non tunai yang baru, modern, dan dianggap lebih praktis.

Tentu saja tanpa mengesampingkan fungsi dari alat bayar ‘klasik’ tersebut, berikut sedikit penjelasan mengenai beberapa alat bayar non tunai yang lebih modern dan kekinian.

Kartu debit, digunakan oleh pemilik rekening bank yang memegang kartu debit ini. Secara langsung pembayaran bisa dilakukan dengan mengambil sejumlah saldo dari rekening yang dimiliki, dengan memberikan konfirmasi berupa nomor PIN atau yang lainnya.

Kartu kredit, kartu ini disediakan oleh bank pada para pelanggannya, dengan menerapkan konsep hutang. Jadi transaksi yang dilakukan dengan kartu kredit akan jadi hutang, dan dibayar di akhir periode tertentu. Terdapat batasan jumlah penggunaan setiap periodenya, tergantung kesepakatan.

Uang elektronik, jenis ini mungkin mirip seperti kartu prabayar, jika Anda masih ingat alat pembayaran tersebut. Namun beroperasi dengan menggunakan chip yang ditanam di dalam sebuah kartu, dan bisa diisi ulang saldonya.

Dompet elektronik atau digital, jika uang elektronik beroperasi menggunakan basis chip, maka dompet digital menggunakan basis server. Penggunaan aplikasi yang terhubung ke server layanan memungkinkan Anda melakukan transaksi dengan saldo yang dimiliki, dan juga bisa diisi ulang sesuai kebutuhan.

Transfer antar bank, metode ini juga banyak digunakan, terlebih untuk urusan pembayaran di marketplace. Dirasa lebih terpercaya karena melibatkan bank secara langsung, hingga saat ini transfer antar bank masih jadi alat pembayaran non tunai yang paling populer.

Kelebihan dari alat pembayaran modern adalah praktis, ringkas, dan aman. Namun untuk batasan transaksi, alat bayar non tunai yang klasik memiliki batas atas lebih tinggi, sehingga orientasinya banyak digunakan pada praktek transaksi antar bisnis.

Itu tadi, sedikit penjelasan terkait dengan alat pembayaran yang ada di Indonesia. Tentu saja, penjelasan ini masih jauh dari sempurna, namun diharapkan dapat memberikan gambaran umum terkait hal ini.

Penggunaan alat pembayaran non tunai yang kian populer juga mendorong tuntutan akan verifikasi dan otorisasi transaksi. Dengan Jokul by DOKU, bisnis yang Anda miliki bisa menyediakan berbagai metode pembayaran non tunai yang terjamin keamanannya. Jadi tak perlu ragu, mari gunakan Jokul untuk bisnis Anda, dan berkembang bersama!